Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) melibas sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran investor tentang inflasi dan kenaikan suku bunga.
Kamis, 7 Oktober 2021, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, naik 0,3 persen pada 94,228. Indeks mencapai level tertinggi satu tahun di 94,504 minggu lalu.
Dengan harga minyak mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun, saham-saham jatuh dan imbal hasil obligasi pemerintah naik di seluruh dunia. Meningkatnya tekanan inflasi dinilai akan menimbulkan hambatan bagi pertumbuhan dan berimplikasi pada seberapa cepat The Fed dapat menaikkan suku bunga.
Di sisi lain, investor tetap gelisah mengenai negosiasi plafon utang AS, bahkan ketika Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnel mendukung perpanjangan plafon utang federal hingga Desember.
Adapun Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan data penggajian swasta meningkat 568 persen pekerjaan bulan lalu. Sementara payroll non pertanian (NFP) baru akan dirilis Jumat, besok.
Sumber Foto : Merdeka