Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai NasDem menyoroti target penerimaan pajak dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menaikkan target perpajakan hingga hampir Rp2.700 triliun.
Perwakilan NasDem, Ratih Megasari, menilai perlu percepatan reformasi perpajakan dengan memperluas basis pajak, tidak hanya lewat intensifikasi pajak konvensional, tetapi juga instrumen baru seperti pajak karbon dan pajak digital. Ia menekankan reformasi harus tetap menjaga iklim usaha, investasi, serta daya beli masyarakat berpendapatan rendah.
Ratih menambahkan, perluasan basis pajak diharapkan dapat meningkatkan rasio pajak secara bertahap, sementara penguatan kepatuhan berbasis data dan teknologi diyakini mampu memperbaiki administrasi perpajakan.
Sementara itu, perwakilan PDIP, Rio A.J. Dondokambey, menekankan pentingnya transparansi pemerintah. Ia meminta penjelasan rinci mengenai sumber tambahan penerimaan pajak 2026 serta dampak belanja perpajakan terhadap perekonomian nasional.
Selain pajak, Rio juga menyoroti optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Menurutnya, pelayanan publik harus lebih mengutamakan akses kemudahan bagi masyarakat, bukan hanya mengedepankan tarif layanan.
Sumber: CNBC Indonesia
Gambar: Freepik 8photo