KABAR BINTARO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan hutan di Kalimantan Barat mulai berdampak pada satwa liar. Seekor burung Rangkong yang merupakan satwa dilindungi, dilaporkan keluar dari habitatnya.
Burung dengan ciri khas paruh besar dan warna mencolok tersebut terlihat dalam kondisi lemas dan kebingungan di atas perahu warga. Diduga kuat, burung tersebut keluar hutan karena kabut asap tebal dan habitatnya yang terbakar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya merugikan manusia akibat ISPA dan kabut asap, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa-satwa langka kebanggaan Kalimantan.
Rangkong sendiri merupakan kelompok burung yang terdiri atas beberapa jenis, termasuk rangkong, enggang, julang, dan kangkareng. Burung ini sangat bergantung pada ekosistem hutan dan berperan dalam regenerasi hutan melalui penyebaran biji. Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat agar tidak menangkap atau mengevakuasi satwa liar terdampak secara mandiri.