Indonesia dan Jerman sepakat memperkuat kemitraan dalam menyediakan jalur migrasi yang adil, etis, dan transparan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya di sektor terampil dan profesional.
Kesepakatan ini ditandai dengan dialog tingkat tinggi dan peresmian dua inisiatif besar pada Jumat (20/06/25):
1. MOVE-ID (Pusat Informasi Terpadu untuk Migrasi, Vokasi, dan Pembangunan Indonesia), hasil kerja sama GIZ (Jerman) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), yang resmi diluncurkan di Bandung dan Mataram.
2. Sentra Kompetensi Asia Tenggara (KSM) yang diprakarsai oleh Goethe-Institut Indonesien di Bandung, sebagai pusat pelatihan dan informasi bagi tenaga kerja terampil yang akan bermigrasi ke Jerman.
MOVE-ID dan KSM akan memberikan layanan komplementer dari konsultasi, kursus bahasa, persiapan budaya, hingga dukungan reintegrasi bagi para pencari kerja dan pekerja migran yang kembali ke tanah air.
Dalam dialog pembuka, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menegaskan pentingnya mobilitas tenaga kerja yang aman, transparan, dan saling menguntungkan. Mereka menyoroti potensi demografi Indonesia yang muda dan terampil sebagai peluang besar bagi kebutuhan tenaga kerja di Jerman. KP2MI juga menyampaikan komitmennya untuk memperluas penempatan tenaga kerja Indonesia di sektor terampil ke negara-negara Eropa, sejalan dengan arahan Presiden RI.
Menurut Direktur GIZ Hans-Ludwig Bruns, MOVE-ID akan membangun jaringan nasional yang melibatkan pemerintah, mitra lokal, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta demi memastikan migrasi berdampak positif pada pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, KSM akan berperan sebagai pusat koordinasi migrasi tenaga kerja terampil di Asia Tenggara, menyediakan kursus bahasa, pengembangan kurikulum, hingga bimbingan karier, seperti dijelaskan Constanze Michel dari Goethe-Institut.
Sumber: Sindo News
Gambar: Freepik tonodiaz