Pola makan khas Jepang, yang dikenal sebagai rahasia umur panjang, kini juga dikaitkan dengan kesehatan mental. Sebuah studi terbaru dari Japan Institute for Health Security menemukan bahwa diet tradisional Jepang berpotensi menurunkan gejala depresi, khususnya di kalangan usia produktif.
Penelitian ini melibatkan 12.499 karyawan dari lima perusahaan di Jepang, sebagian besar pria berusia sekitar 42 tahun. Hasilnya, 30,9% peserta menunjukkan gejala depresi. Namun, mereka yang rutin mengonsumsi makanan seperti nasi, ikan, sup miso, sayuran, dan produk kedelai cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami gejala tersebut.
Diet tradisional Jepang umumnya terdiri atas makanan rendah olahan, kaya nutrisi seperti rumput laut, tahu, natto, dan ikan berlemak. Komponen-komponen ini diyakini mendukung kesehatan otak karena mengandung zat yang berperan dalam produksi serotonin dan dopamin, serta asam lemak omega-3 yang bersifat anti-inflamasi.
Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, temuan ini membuka peluang pemanfaatan pola makan sehat sebagai strategi pencegahan depresi, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat umum. Mengadopsi diet seimbang seperti masyarakat Jepang tak hanya mendukung kesehatan fisik, tapi juga membantu menjaga kestabilan emosi dan mental.
Sumber: Tinta Hijau
Gambar: Freepik wahyu_t