Pengguna ponsel diimbau berhati-hati saat mengecas di tempat umum seperti bandara atau mal. Laporan terbaru NordVPN menyebut adanya serangan siber baru bernama choicejacking, di mana pelaku menyamarkan perangkat berbahaya sebagai stasiun pengisian daya.
Serangan ini memungkinkan kabel charger memanipulasi ponsel untuk mentransfer data tanpa sepengetahuan pengguna. Begitu terhubung, pelaku bisa mencuri foto, kontak, hingga dokumen pribadi.
Menurut Adrianus Warmenhoven, pakar keamanan NordVPN, choicejacking bisa membuat ponsel melakukan tindakan tanpa izin pengguna. Serangan ini merupakan pengembangan dari juicejacking, metode lama yang sempat diblokir produsen ponsel, tapi kini ditemukan celah baru oleh peneliti Graz University di Austria.
Perangkat berbahaya bahkan bisa menyamar sebagai input USB atau Bluetooth, menyusup lewat protokol dan menyelesaikan pencurian data hanya dalam 133 milidetik. Baik Android maupun iPhone rentan terhadap serangan ini.
Untuk menghindari risiko, pengguna disarankan:
• Selalu meng-update sistem operasi dan keamanan.
• Menggunakan charger sendiri.
• Mengisi daya lewat colokan listrik (AC) daripada port USB publik.
• Aktifkan mode charge only saat mengecas di tempat umum.
Sumber: Detik
Gambar: Ilustrasi