Pelaku penipuan kerap menggunakan berbagai cara, salah satunya spoofing, yaitu menyamar sebagai pihak tepercaya untuk menipu korban. Menurut Kaspersky, teknik ini bertujuan mencuri data, mengakses sistem, mengambil uang, hingga menyebarkan malware.
Spoofing biasanya memanfaatkan rekayasa sosial, di mana pelaku memanipulasi psikologis korban agar melakukan tindakan tertentu. Modusnya bisa berupa email seolah-olah dari rekan kerja atau atasan yang meminta transfer uang, situs web palsu, hingga panggilan telepon. Serangan yang lebih kompleks bahkan menggunakan IP address, ARP, dan DNS.
Dampak spoofing sangat merugikan, mulai dari pencurian data pribadi atau perusahaan, penyebaran malware, hingga kebocoran data dan serangan ransomware. Bagi bisnis, hal ini bisa berujung pada kerugian besar akibat hilangnya kontrol akses atau keamanan jaringan.
Langkah Cegah Spoofing
1. Hindari mengklik tautan atau lampiran mencurigakan.
2. Jangan membalas email atau telepon dari pihak tak dikenal.
3. Gunakan autentikasi dua faktor.
4. Buat password kuat.
5. Tinjau pengaturan privasi.
6. Perbarui sistem dan software.
7. Selalu waspada terhadap kesalahan ejaan email, situs, atau pesan.
Sumber: CNBC Indonesia
Gambar: Freepik