Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Tangsel diprediksi meningkat, dengan sejumlah faktor yang diungkapkan oleh Direktur Riset Kajian Politik Nasional, Tamil Selvan. Menurutnya, euforia Pilkada serentak tahun ini terasa lebih besar dibanding Pilkada sebelumnya karena dilaksanakan bersamaan di seluruh Indonesia, meski tidak setinggi Pilpres.
Selain itu, Tamil menjelaskan bahwa Pilkada Tangsel kali ini berbeda karena bersamaan dengan Pilkada Provinsi Banten, yang menyebabkan adanya peningkatan kampanye dari para calon. Faktor linierisasi antara kedua Pilkada tersebut juga turut mendorong partisipasi masyarakat.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Tangsel, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa untuk Pilkada Tangsel 2024, pihaknya menargetkan tingkat partisipasi mencapai 75 persen. Ia mengakui bahwa pada Pilkada sebelumnya terjadi fluktuasi partisipasi, sehingga upaya peningkatan partisipasi masyarakat kini menjadi fokus utama.
Sebagai langkah untuk meningkatkan partisipasi, KPU Tangsel akan memaksimalkan sosialisasi melalui media sosial dan pertemuan langsung dengan masyarakat. Ajat juga mengajak pasangan calon untuk bersama-sama mendorong peningkatan partisipasi melalui kampanye yang lebih masif.
Meskipun menargetkan angka 75 persen, Ajat berharap partisipasi tidak jatuh di bawah 70 persen. Ia menambahkan bahwa perbedaan antara Pilkada dan Pilpres dalam hal partisipasi wajar terjadi, mengingat tingkat partisipasi pada Pilpres lebih tinggi, mencapai 82 persen, karena Pilpres menarik perhatian nasional yang lebih luas.
Sumber: Tangselpos.id
Sumber foto: Rakyat sulsel.co