Muslih, Kepala SMPN 8 Tangerang Selatan, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran cacar air dan gondongan. Langkah ini diambil setelah kasus penyebaran penyakit di sekolah. Penyemprotan dilakukan dua kali, termasuk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Setelah kasus melonjak, sekolah menerapkan lockdown selama 14 hari dan memulai pembelajaran jarak jauh (PJJ). Muslih berharap penularan dapat dikendalikan dan siswa yang sembuh tidak akan terinfeksi kembali.
Kasus pertama terjadi pada September 2024 ketika seorang siswa yang sakit tetap datang ke sekolah, menyebabkan penularan di beberapa kelas. Hingga 15 Oktober, jumlah siswa yang sakit meningkat menjadi 102, dengan 43 siswa positif cacar air dan gondongan.
Sekolah segera berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan. Akibatnya, mereka menerapkan PJJ selama dua minggu untuk mengurangi risiko penularan.
Hasil dari pembelajaran jarak jauh cukup efektif, dengan jumlah siswa yang terjangkit penyakit menurun drastis menjadi 22 orang setelah satu minggu.
Sumber: kompas.com
Sumber foto: helixsolutions.net.au