KABAR BINTARO — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan sebanyak 1.898 tenaga kesehatan (nakes) untuk menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi. Kebijakan tersebut untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara yang dapat meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak.
Hingga Rabu (16/9/2026), tercatat lebih dari 151.000 kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten/kota. Kemenkes mengerahkan ribuan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak untuk mendekatkan akses pelayanan medis kepada lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus memperkuat tenaga kesehatan di daerah.
“Langkah ini kami ambil untuk mendekatkan pertolongan medis langsung kepada masyarakat terdampak, sekaligus menopang serta memperkuat nakes di daerah yang telah bekerja keras sejak awal,” ujar Juru Bicara Kemenkes, drg Widyawati, dikutip dari siaran resmi Kemenkes, Senin (21/9/2026).
Selain mengerahkan tenaga kesehatan, hingga Rabu (16/9/2026), Kemenkes juga menyalurkan berbagai logistik medis mencakup 1.927.554 lembar masker untuk perlindungan masyarakat dari paparan udara yang tercemar.
Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker secara konsisten. Perlindungan terutama perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia), serta masyarakat dengan penyakit bawaan, termasuk asma dan penyakit jantung.
Sumber: beritasatu
Sumber foto: mongabay