Indonesia resmi menjadi tujuan utama investasi hijau Tiongkok dengan 71 proyek senilai US$67,87 miliar atau sekitar Rp1.107 triliun hingga awal 2025, menurut laporan Johns Hopkins University.
Investasi terbesar mengalir ke energi terbarukan, terutama baterai listrik, kendaraan listrik, dan smelter nikel, sehingga menempatkan Indonesia di posisi strategis sebagai pusat rantai pasok global bahan baku baterai.
PLN menyiapkan RUPTL Rp3.000 triliun hingga 2034 untuk memastikan 76 persen kebutuhan listrik berasal dari energi baru terbarukan, sekaligus menarik lebih banyak investasi asing.
Dengan cadangan nikel terbesar di dunia dan dukungan regulasi pemerintah, Indonesia kian mengukuhkan diri sebagai hub industri baterai global. Sejak 2022, lonjakan investasi hijau Tiongkok mencerminkan kepercayaan investor pada potensi Indonesia membangun ekonomi hijau berkelanjutan.
Sumber: Seasia News
Gambar: Freepik