KABAR BINTARO — Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran dinilai berpotensi mendukung pengurangan emisi sektor ketenagalistrikan. Guru Besar Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Agus Setyawan mengatakan, pengembangan panas bumi tersebut sekaligus memperkuat pemanfaatan energi rendah karbon.
Agus yang memiliki keilmuan di bidang fisika, khususnya geofisika dan geotermal, menjelaskan panas bumi memanfaatkan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik.
Karakteristik sumber panas dan teknologi yang digunakan menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja pembangkit dan tingkat emisinya,” kata dia.
Panas bumi, memiliki peluang untuk mendukung penggunaan energi yang lebih rendah karbon.
“Pada saat yang sama, keberlanjutan reservoir dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting agar manfaat energi panas bumi dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” tutup dia.
Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pengembangan proyek panas bumi atau geothermal di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, dilakukan berbasis kajian teknis dan ketentuan lingkungan. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan.
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLTP Gunung Ungaran direncanakan memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW) dengan target beroperasi pada 2031.
Sumber: kompas.com
Sumber foto: backpackerlugu