KABAR BINTARO β Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta berhasil menggagalkan peredaran rokok ilegal dalam skala besar. Dalam serangkaian operasi penindakan yang dilakukan di wilayah kerja Jakarta (termasuk kawasan Pelabuhan Marunda dan Pademangan, Jakarta Utara), petugas mengamankan total 10.783.800 batang (10,78 juta batang) rokok tanpa pita cukai.
“Dari penindakan rokok ilegal ini, total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp8,05 miliar,” ujar Hendri, Rabu (9/9/2026).
Pelaku sengaja memanfaatkan sarana pengangkut yang tidak biasa, bahkan merekayasa tampilan fisik truk tangki agar seolah-olah membawa tangkir air bersihβ. kata Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak dalam keterangan persnya yang dikutip RMOLJateng, Kamis (10/09/2026).
Pipa yang berada di tangki tersebut terus meneteskan air secara konstan saat truk melaju dan hal itu terlihat mencurigakan. Petugas kemudian membuntuti dan menghentikannya di antrean pintu tol.
Saat ditanya petugas, sopir truk berinisial ASE mengaku mengangkut air bersih dari Pamekasan, Madura menuju Jakarta. Kecurigaan makin kuat karena ada biaya operasional yang tidak wajar hanya untuk satu tangki air dengan jarak yang jauh. ASE juga tidak bisa menunjukkan dokumen pengiriman yang sah.
Berasal dari Jawa Timur, Jakarta Dijadikan Titik Transit
Berdasarkan hasil penelitian dan pendalaman sementara oleh pihak Bea Cukai, jutaan batang rokok ilegal tersebut diketahui berasal dari wilayah Jawa Timur. Sindikat ilegal ini menjadikan wilayah DKI Jakarta sebagai lokasi transit atau jalur pengiriman sementara sebelum barang-barang tersebut disebarkan ke berbagai daerah tujuan lain, seperti Jawa Barat, Sumatera, hingga Kalimantan.
Bea Cukai juga mengimbau kepada masyarakat luas serta para pelaku usaha agar tidak memproduksi, memperjualbelikan, ataupun mendistribusikan rokok ilegal. Masyarakat diminta untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran barang kena cukai ilegal melalui saluran resmi Bea Cukai.
Sumber: RMOL, SINDOnews.com, tempo.co