KABAR BINTARO — “Kenapa langit biru?”, “Kenapa hujan turun?”, atau “Kenapa aku harus tidur?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi anak, bertanya merupakan salah satu cara untuk memahami dunia di sekitarnya.
Rasa ingin tahu biasanya menjadi bagian penting dari proses belajar anak. Karena itu, ketika anak terus-menerus bertanya, orang tua tidak perlu selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang mengganggu. Justru, momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan belajar dan komunikasi bersama anak.
Bertanya Membantu Anak Belajar
Anak mengenal banyak hal melalui pengalaman sehari-hari. Ketika menemukan sesuatu yang belum dipahami, mereka akan mencoba mencari penjelasan melalui pertanyaan.
Dengan bertanya, anak dapat menghubungkan hal-hal yang mereka lihat, dengar, dan alami dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
Pertanyaan sederhana juga dapat menjadi awal dari pembicaraan yang lebih panjang. Dari satu pertanyaan, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi dan mengenalkan informasi baru dengan bahasa yang sesuai usianya.
Tidak Harus Selalu Dijawab Panjang
Orang tua mungkin terkadang merasa lelah karena anak terus bertanya. Namun, menjawab pertanyaan anak tidak selalu harus dengan penjelasan yang panjang dan rumit.
Jawaban dapat disesuaikan dengan usia serta kemampuan anak dalam memahami informasi. Jika pertanyaannya sederhana, jawaban singkat pun sudah cukup.
Orang tua juga dapat balik bertanya, seperti “Menurut kamu kenapa?”. Cara ini dapat membantu anak belajar menyampaikan pendapat sekaligus mendorong mereka untuk berpikir sebelum mendapatkan jawabannya.
Jangan Membuat Anak Takut Bertanya
Respons orang tua terhadap pertanyaan anak juga dapat memengaruhi kebiasaan mereka dalam berkomunikasi.
Jika anak sering mendapatkan respons seperti “sudah, jangan banyak tanya” atau pertanyaannya selalu dianggap mengganggu, mereka bisa menjadi enggan menyampaikan rasa ingin tahunya.
Sebaliknya, ketika orang tua menunjukkan bahwa pertanyaan anak boleh disampaikan, anak dapat merasa lebih nyaman untuk berkomunikasi dan mengungkapkan apa yang sedang dipikirkannya.
Orang Tua Tidak Harus Tahu Semua Jawaban
Ada kalanya orang tua sendiri tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan anak. Dalam kondisi tersebut, tidak perlu memaksakan jawaban.
Orang tua bisa mengatakan “Ayah/Ibu belum tahu, yuk kita cari tahu bersama.”
Mencari jawaban bersama dapat menjadi pengalaman belajar tersendiri. Anak juga dapat melihat bahwa mencari informasi merupakan bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus selalu dilakukan dengan langsung mengetahui jawabannya.
Jadikan Rasa Ingin Tahu sebagai Kesempatan Belajar
Masa anak-anak merupakan periode ketika mereka banyak menemukan hal baru. Pertanyaan yang muncul dari rasa penasaran dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenalkan berbagai hal secara bertahap.
Daripada buru-buru menghentikan pertanyaan anak, orang tua dapat mencoba mendengarkan terlebih dahulu, memberikan jawaban sederhana, dan mengajak mereka berdiskusi.
Pada akhirnya, tidak semua pertanyaan anak membutuhkan jawaban yang sempurna. Yang lebih penting adalah memberikan ruang agar mereka tetap merasa nyaman untuk bertanya, mencari tahu, dan belajar.