KABAR BINTARO — Hingga Senin (14/09/2026), sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih terpantau di sejumlah wilayah. Citra satelit yang dirilis BMKG menunjukkan asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Pantauan itu dihimpun berdasarkan citra satelit Himawari-9 pada 14 September 2026 pukul 13.00 WIB. Selain Kalimantan, asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa Timur, dan Maluku.
Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, sebaran asap terpantau bergerak ke arah barat laut hingga utara, sedangkan asap di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utara hingga timur laut.
Kondisi ini juga terjadi bersamaan dengan masih tingginya hotspot atau aktivitas titik panas di kawasan tersebut. Berdasarkan peta Sebaran Titik Panas BMKG yang dipantau menggunakan satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA-20, tercatat 503 hotspot di Kalimantan pada periode 14 September 2026 pukul 00.00-15.00 WIB.
Pergerakan asap dari Kalimantan juga telah mencapai wilayah di luar Indonesia. BMKG mendeteksi adanya transboundary haze atau kabut asap lintas batas dari Kalimantan menuju Sarawak di Malaysia, Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga Vietnam.
Kondisi ini cukup memprihatinkan karena artinya dampak karhutla tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi sumber kebakaran atau hanya di Kalimantan saja. Arah angin turut membawa partikel asap ke wilayah yang cukup jauh dari titik sumbernya, bahkan ke negara tetangga.
Sumber: detikkalimantan
