KABAR BINTARO — Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi insinerator di Tangerang Selatan, Banten ditargetkan beroperasi pada tahun 2027. Fasilitas tersebut dirancang mampu menampung serta memusnahkan hingga 1.000 ton sampah per hari dari seluruh wilayah Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengungkapkan bahwa kehadiran PSEL akan didukung penuh dengan peremajaan dan penambahan moda pengangkutan sampah hingga tingkat RT/RW.
“Dengan adanya PSEL ini, kita kan akan menghimpun semua sampah se-Tangsel sebesar 1.000 (ton). Armada pun akan kita tambah. Lalu kita akan, saya harap bantuan nanti kepada RW-RW juga terkait alat-alat sampahnya,” ujar Pilar saat ditemui di gedung DPRD Tangsel, Rabu (23/9/2026).
Kehadiran teknologi secanggih apa pun tidak akan berdampak maksimal jika kebiasaan membakar sampah di lahan kosong atau membuangnya ke aliran sungai masih terus berulang.
Penata Layanan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan, Agus Maulana mengonfirmasi bahwa kasus kebakaran yang marak terjadi sepanjang bulan September ini banyak dipicu oleh aktivitas warga yang membakar sampah.
Sumber: kompas.com
