Polusi Udara Picu Penyakit Kronis Hingga Berisiko Ganggu Kualitas Hidup!

KABAR BINTARO — Penelitian tersebut menemukan sistem pernapasan sangat sensitif terhadap perubahan kadar partikel halus dalam jangka pendek. Bahkan di kota-kota yang tingkat polusi udaranya masih berada di bawah batas paparan harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kualitas udara yang buruk tetap dapat memicu gejala pernapasan.

Selain menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, batuk yang terjadi pada malam hari juga dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan akut terhadap polusi udara dan buruknya kualitas tidur pun dapat berkaitan dengan gangguan kardiometabolik, penurunan kinerja kognitif, serta risiko neurodegeneratif.

Bagaimana kualitas udara di Jakarta? Kualitas udara di Jakarta juga menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada 10 September 2026, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Jakarta berada di angka 124 atau masuk kategori tidak sehat.

Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat mencapai 47,3 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menempatkan Jakarta di peringkat ke-10 dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan pemantauan tersebut.

Para peneliti mengingatkan dampak polusi udara tidak hanya terbatas pada batuk atau sakit tenggorokan. Gejala tersebut juga dapat menjadi tanda adanya iritasi pada saluran pernapasan yang bisa berkembang menjadi gangguan kronis.

Sumber: Republika 

Sumber foto: CNBC Indonesia

Exit mobile version