Polsek Pondok Aren Tangkap Belasan Pelaku Penyiraman Air Keras dalam Waktu Singkat

Kecepatan jajaran Polsek Aren, Kota Tangerang Selatan dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap pelajar SMK di Ciledug patut diapresiasi. Dalam waktu kurang dari 48 jam, di bawah pimpinan Kanitreskrim Polsek Pondok Aren, Iptu Junaedi, pihak kepolisian berhasil menangkap belasan orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut terhadap korban MRR (16).

“Belasan pelaku sudah diamankan. 3 DPO,” ungkap seorang penyidik yang enggan menyebutkan jati dirinya 

Penyidik tersebut mengatakan bahwa belasan pelaku remaja dan pelajar itu berhasil diamankan Sabtu malam(8/9/2024).  Penangkapan para pelaku terjadi setelah Kanitreskrim dan dua penyidik memeriksa korban, yang adalah anak dari wartawan Heloindonesia, di rumahnya di Ciledug, Kota Tangerang.

“Ada dua jam pemeriksaan terhadap anak saya di rumah” ucap Ridwan yang bertugas sebagai editor di media Heloindonesia.com pada Minggu (8/9/2024). 

Ridwan juga memberikan sejumlah bukti terkait para pelaku, termasuk tangkapan layar akun Instagram mereka, rekaman suara, dan bukti lainnya. 

“Sudah visum. Saat ini saya juga masih diperiksa,” kata Ridwan.

Begitu sampai di Jl Taman Pahlawan Bahagia, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dia dan dua temannya berpapasan dengan geng Bahagia.

“Saat itu, saya langsung dihadang dan salah seorang berhoodie hitam melemparkan air keras ke saya,” ujar MRR. 

Meskipun MRR berusaha menghindar, air keras tersebut mengenai tangan kanannya, membakar pakaian dan seluruh lengan dari bahu hingga tangan. Beberapa bagian tubuh dan pipinya juga terkena cipratan air keras. Seorang temannya yang membonceng juga terkena dampak, meskipun tidak separah MRR.

“Untungnya ada ojol menyelamatkan saya dan langsung membawa saya ke Puskesmas Pondok Aren,” tambah MRR. 

Karena keterbatasan peralatan medis di Puskesmas, MRR dirujuk malam itu juga ke Rumah Sakit Mulya Pinang. Berdasarkan pantauan redaksi saat MRR dirawat di RS Mulya, korban mengalami luka bakar parah di bagian tangan kanannya, dengan sebagian area yang menghitam. 

“Bagian yang terbakar hitam ini yang sakit dan nyeri. Kalau gerak masih bisa” ujar MRR

Menurut keterangan korban, pelaku diduga berasal dari berbagai sekolah, termasuk SMK Bahagia, SMK PGRI, dan beberapa sekolah lainnya. 

“Informasi ini saya peroleh dari beberapa teman yang mengetahui para pelaku,” tambahnya. 

Hingga kini, pihak SMK belum memberikan konfirmasi mengenai keterlibatan siswa mereka. Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa pelaku dan akun media sosial yang terlibat bukan berasal dari SMK Bahagia.

Sumber: Deliksatu.com

Sumber foto: Tangerangkabarku, The Indian Express

Exit mobile version