KABAR BINTARO — Di balik kemeriahan dan antusiasme ratusan ribu warga yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada gelaran Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, menyisakan persoalan kebersihan yang cukup menonjol. Area cagar budaya dan taman di sekeliling iko n Jakarta tersebut dipenuhi tumpukan sampah plastik, bungkus makanan, serta kemasan minuman berserakan.
Kondisi ini terjadi akibat tingginya lonjakan jumlah pengunjung yang hadir menikmati berbagai hiburan serta kuliner gratis, namun tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
Tumpukan Sampah Plastik dan Respons Pasukan Oranye
Berdasarkan pemantauan di lokasi pasca selesainya rangkaian acara, titik-titik tumpukan sampah terparah berada di area lapangan cawan Monas, jalur pedestrian, serta area hijau di sekitar panggung utama hiburan.
Beberapa poin penanganan kebersihan yang dilakukan di lapangan meliputi:
- Pengerahan Ratusan Petugas: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengerahkan ratusan petugas kebersihan (“Pasukan Oranye”) beserta armada armada truk sampah untuk melakukan penyisiran total sejak dini hari.
- Dominasi Sampah Anorganik: Jenis sampah yang mendominasi kawasan Monas terdiri dari wadah makanan sekali pakai (styrofoam dan kertas), kantong plastik, botol kemasan, serta koran bekas alas duduk pengunjung.
- Penyemprotan dan Sterilisasi: Selain mengangkut sampah padat, petugas juga mengerahkan mobil tangki air untuk menyemprot dan membersihkan area jalanan pedestrian agar kembali bersih dan higienis.
“Sangat disayangkan di balik meriahnya perayaan Kemerdekaan, kesadaran pengunjung untuk membawa kembali sampahnya atau membuang di tempat sampah yang disediakan masih sangat rendah. Kami berupaya maksimal agar kawasan Monas kembali bersih dan nyaman,” ungkap salah seorang koordinator lapangan petugas kebersihan.
Imbauan Kesadaran Lingkungan untuk Acara Mendatang
Peristiwa penumpukan sampah di ruang publik setiap kali gelaran acara berskala besar kembali menjadi catatan evaluasi penting bagi Pemprov DKI Jakarta dan panitia penyelenggara.
Ke depannya, selain memperbanyak titik kantong dan tempat penampungan sampah di lokasi acara, edukasi serta imbauan zero-waste event perlu ditingkatkan agar perayaan nasional dapat berlangsung meriah tanpa merusak keindahan serta kebersihan lingkungan kota.