Pendidikan pertama seorang anak dimulai dari keluarga, di mana ibu menjadi figur sentral yang memperkenalkan anak pada dunia. Karena itu, pola pikir ibu memainkan peran besar dalam membentuk cara pandang dan perkembangan anak, termasuk dalam pola asuh.
Pola pikir orang tua berpengaruh pada bagaimana mereka memperlakukan anak, apakah hangat dan responsif, atau sebaliknya, dingin dan mengabaikan. Ketika seorang ibu mengalami tekanan emosional seperti stres atau depresi, perhatian terhadap anak bisa terganggu. Hal ini membuat ibu kesulitan merespons secara tepat, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada pertumbuhan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres ibu dapat memengaruhi perkembangan otak bayi, terutama aktivitas gelombang otak yang berkaitan dengan kemampuan belajar. Namun, studi juga mengungkap bahwa pola pikir berkembang atau growth mindset pada ibu dapat menjadi pelindung. Ibu yang percaya bahwa kemampuan anak bisa diasah melalui usaha cenderung memiliki anak dengan perkembangan otak yang lebih stabil, meskipun mereka mengalami stres.
Sebaliknya, ibu dengan pola pikir tetap atau fixed mindset meyakini bahwa kemampuan anak tidak bisa diubah, sehingga cenderung kurang fleksibel dalam pengasuhan. Hasilnya, anak lebih rentan terhadap efek negatif dari stres ibu.
Sumber: Halodoc
Gambar: Freepik
