Nasib Karyawan Akibat Bioskop Tutup Imbas PPKM Darurat

Pengusaha bioskop di Indonesia sepakat menghentikan semua operasional bioskopnya selama PPKM Darurat. Sejak 12 Juli lalu, secara bertahap penutupan bioskop sudah dilakukan.

Ketua Umum DPP Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan pengusaha menutup bioskopnya demi ikut menekan penyebaran COVID-19. Meskipun menurutnya, selama bioskop dibuka pun pihaknya mematuhi semua protokol kesehatan.

Dia mengungkapkan kerugian cukup besar sebetulnya dialami para pengusaha bila harus bioskop harus ditutup. Mulai dari pemeliharaan dan perawatan alat bioskop hingga pembayaran listrik dan gaji karyawan.

Bahkan, dengan ditutupnya bioskop para pengusaha terpaksa merumahkan para karyawan-karyawannya. Dia memaparkan ada sekitar 10.175 orang karyawan bioskop yang terdampak penutupan bioskop.

Dia menyebutkan selama bioskop tutup maka sebagian besar karyawan dirumahkan. Mereka diberikan upah hanya 50% dari yang biasanya diterima. Bahkan ada yang tidak diberikan upah selama bioskop tidak beroperasi, mengingat beban operasional yang berat bagi pengusaha bioskop.

Djonny memaparkan saat ini jaringan bioskop CGV telah menghentikan sementara operasionalnya mulai 12 Juli 2021. Disusul bioskop Cinepolis menutup seluruh bioskopnya di 63 lokasi di seluruh Indonesia.

Sementara itu jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema XXI juga mulai menutup sementara seluruh bioskopnya pada tanggal 16 Juli 2021.

Demikian juga yang dilakukan bioskop-bioskop independen macam Flix Cinema, New Star Cineplex, Dakota Cinema, Bioskop Golden, Bioskop E-Plaza, Bioskop Gajah Mada, Bioskop Surya Yudha Cinema, Bioskop Rajawali, hingga Bioskop BES Cinema.

Penutupan sementara seluruh bioskop ini, menurut Djonny dilakukan sampai dengan berakhirnya PPKM Darurat yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sumber Foto : Merdeka.com

Exit mobile version