KABAR BINTARO — Kasus dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Febiola Br Purba. Siswi tersebut kini mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen dan membutuhkan perawatan intensif jangka panjang.
Ayah korban, Icuk Sugiarto Purba, mengungkapkan bahwa kondisi putrinya sangat memprihatinkan dan mengalami perubahan drastis. Perilaku serta daya ingat Febiola kini menyerupai anak berusia sekitar 3 tahun. Ia bahkan sudah tidak mengenali orang-orang terdekatnya, termasuk guru, teman sekelas, hingga ayah dan adiknya sendiri.
Hilang Ingatan Total dan Tak Kenal Anggota Keluarga
Menurut Icuk, putrinya tersebut benar-benar lupa pada lingkungan sosial di sekitarnya.
“Ya semuanya dia lupa. Contohnya, teman-teman sekelasnya dia lupa. Waktu kami pulang dari rumah sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal. Padahal mereka itu duduk sama-sama,” tutur Icuk saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan diagnosa sementara dari pihak dokter, terdapat dua kemungkinan penyebab kondisi yang dialami Febiola, yakni paparan bakteri beracun atau racun jamur. Hasil penelusuran medis secara pasti diperkirakan baru akan keluar dalam kurun waktu 10 hari hingga dua minggu ke depan.
Meski menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan yang baik, Icuk menyayangkan adanya kelalaian yang berujung pada jatuhnya korban jiwa maupun kesehatan anak-anak sekolah. Ia berharap pihak penyelenggara serta aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian serius dan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan putrinya.
Sumber: IDN Times, BITV Online
