Kereta Commuter Line Sempat Berhenti Total di Jurangmangu Usai Nemper Pelajar, Perjalanan Lintas Rangkasbitung Mengalami Keterlambatan Parah


BINTARO — Perjalanan KRL Commuter Line Green Line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung sempat mengalami gangguan perjalanan signifikan pada sore hari ini. Rangkaian KA 1742D relasi Tanah Abang–Parung Panjang dilaporkan menemper seorang anak sekolah di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Korban dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian (MD).

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.50 WIB, saat arus penumpang sedang padat di jam pulang kerja. Akibat kejadian ini, rangkaian kereta terpaksa dihentikan total tepat di area Stasiun Jurangmangu untuk memicu prosedur darurat, pengecekan kelaikan armada, serta menunggu proses evakuasi oleh pihak berwenang.

Sejumlah penumpang yang berada di dalam kereta maupun yang menunggu di peron Stasiun Jurangmangu hingga stasiun-stasiun penumpukan lainnya sempat tertahan hingga puluhan menit. Imbas dari tertahannya KA 1742D ini memicu penumpukan penumpang dan antrean rangkaian KRL di sepanjang jalur Green Line dari arah Tanah Abang.

Pihak manajemen KAI Commuter mengonfirmasi adanya insiden penemparan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas penumpukan perjalanan yang terjadi.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami informasikan bahwa perjalanan Commuter Line KA 1742D relasi Tanah Abang–Parung Panjang sempat mengalami pengecekan rangkaian akibat insiden tertemper orang di Stasiun Jurangmangu. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan perjalanan Commuter Line lainnya mengalami keterlambatan dari jadwal,” tulis perwakilan KAI Commuter melalui kanal resmi layanannya.

Proses penanganan di lokasi berlangsung sekitar 16 menit. Petugas gabungan di lapangan bergerak cepat melakukan evakuasi korban dari jalur rel. Sekitar pukul 17.06 WIB, proses evakuasi selesai dilakukan dan rangkaian kereta yang terlibat insiden diizinkan kembali bergerak setelah dipastikan aman secara teknis.

Meski jalur telah dibuka kembali, dampak kelambatan perjalanan Commuter Line di lintasan Tanah Abang–Rangkasbitung masih terasa hingga beberapa waktu setelahnya akibat penguraian antrean kereta di beberapa titik stasiun transit.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat bersama manajemen operator perkeretaapian masih belum merilis keterangan resmi mengenai identitas lengkap korban, sekolah asal, maupun kronologi pasti yang menyebabkan pelajar tersebut berada di jalur terlarang saat kereta melintas. Petugas di lapangan masih mengumpulkan keterangan saksi mata guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Exit mobile version