KABAR BINTARO — Tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) gabungan akan fokus menyisir di wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau pada hari kesembilan pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Rabu (16/9/2026).
Kasi Ops dan siaga Rizky Dwianto menjelaskan, fokus pencarian disesuaikan dengan hasil pemetaan berdasarkan arus dan arah gelombang laut.
“Untuk fokus pencarian pada hari ini ya, seluruh sektor yang memang kita sudah rencanakan yang kita dapatkan dari SAR map yang kita buat, karena berdasarkan perhitungan arus dan perhitungan gelombang serta angin itu untuk wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau,” jelasnya dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, Rabu (16/9/2026).
Alat pencarian berupa 22 kapal tersebut terdiri dari 3 unit kapal milik Badan SAR Nasional berupa KN SAR dan 2 unit rigit inflatable boat(RIB).
Sebelumnya, Rizky Dwianto menjelaskan, rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pandeglang, Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB, dengan estimasi perjalanan dua jam.
“Posisi lost contact pada pukul 14.42 WIB, Senin 7 Sep 2026 di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau,” jelasnya melalui pesan Whatsapp, Selasa malam, 8 September 2026.
Menurut Basarnas Banten, pada Senin 7 September 2026 pukul 18.13 WIB, rombongan tersebut sudah berada di sekitaran Anak Gunung Krakatau.
Keluarga korban masih menunggu kepastian nasib anggota mereka yang hilang kontak. Tekad tim SAR untuk menemukan delapan orang tersebut tetap kuat meski kondisi cuaca berubah-ubah. Masyarakat diharapkan memberikan dukungan moral dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi.
Sumber: kompas.com, one.news, detiknews
Sumber foto: razie/Basarnas Lampung
