Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, bersama anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan langsung ke SMKN 8 Kota Serang untuk melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memberikan dukungan terhadap program yang tengah berjalan.
Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan persiapan matang untuk pelaksanaan program MBG, terutama di tingkat SMA/SMK dan Sekolah Khusus (SKh). Selain itu, pemerintah juga telah menerima pedoman pelaksanaan program dari Kementerian Dalam Negeri.
Program MBG di Banten akan melibatkan secara aktif siswa-siswa SMK yang mengambil jurusan tata boga. Keterlibatan mereka diharapkan dapat mengoptimalkan program ini, mengingat mereka memiliki keahlian yang relevan.
Untuk memastikan bahwa menu makanan yang disajikan dalam program MBG memenuhi standar gizi yang baik, Pemerintah Provinsi Banten bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Kemitraan ini bertujuan untuk menyusun panduan komposisi gizi yang sesuai.
Al Muktabar menekankan bahwa pengalaman dalam penanganan stunting dan gizi buruk telah menjadi modal penting dalam pelaksanaan program MBG. Program-program sebelumnya seperti dapur PKK dan Posyandu telah berhasil menurunkan angka stunting di Banten.
Anggota Komisi II DPR RI mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Banten dalam melibatkan siswa SMK dan UMKM dalam program MBG. Mereka menilai bahwa model ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan anggaran juga menjadi poin penting yang perlu diperhatikan.
Sumber: tangselpos.id
Sumber foto: inilahbanten.co.id
