Bank Indonesia (BI) melaporkan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) meningkat pesat hingga kuartal II 2025. Pengguna mencapai 57 juta orang, mendekati target 58 juta, dengan 6,1 miliar transaksi atau 93% dari target tahunan 6,5 miliar transaksi. Nilai transaksi mencapai Rp 317 triliun, naik 121% secara tahunan, dan merchant QRIS mencapai 39,3 juta.
Deputi Direktur BI, Himawan Kusprianto, menyatakan mayoritas pengguna QRIS adalah Gen Z (27,94%) dan milenial. Transaksi QRIS melonjak 148% dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar transaksi (93%) berasal dari sektor UMKM, dengan usaha mikro mendominasi.
BI juga mengembangkan layanan QRIS lintas negara, dengan peningkatan transaksi inbound dari Malaysia, Singapura, dan Thailand. Peluncuran QRIS cross border untuk Jepang dan Tiongkok dijadwalkan 17 Agustus 2025, memungkinkan transaksi dua arah dengan target implementasi penuh sebelum akhir tahun.
Perkembangan QRIS ini menunjukkan digitalisasi pembayaran semakin diterima, khususnya oleh generasi muda dan UMKM, serta BI terus memperluas fasilitas pembayaran digital di Indonesia.
Dari berbagai sumber
Gambar: Freepik
