Kota Tangerang Selatan (Tangsel) segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana alam, khususnya banjir, yang sering terjadi saat musim hujan.
Keputusan untuk menetapkan status siaga ini didasarkan pada arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memprediksi peningkatan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Tangsel.
Kepala Pelaksana BPBD Tangsel, Sutang Suprianto, menjelaskan bahwa pengumuman resmi mengenai status siaga darurat ini akan dilakukan pada pekan depan setelah dilakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Terdapat sembilan wilayah di Kota Tangsel yang masuk dalam kategori rawan banjir. Wilayah-wilayah ini sering terendam banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Beberapa contoh wilayah rawan banjir di antaranya Perum Taman Mangu Indah, Perumahan Pondok Safari, Perumahan BPI, RW 12 Kelurahan Rempoa, Perumahan Reni Jaya, Lembah Pinus, Perumahan Pondok Maharta, Perumahan Pondok Hijau, dan Perumahan Cipayung Mas.
Mengingat tingginya potensi bencana, masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir, diimbau untuk tetap waspada. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk aktif membersihkan saluran air guna mencegah terjadinya genangan air.
Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai dan saluran air, agar aliran air tidak terhambat dan meminimalisir risiko banjir.
Sumber: tangselpos.id
Sumber foto: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha
