Menurut praktisi kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr Deshinta Putri Mulya, MSc, SpPD, KAI, normalnya tubuh manusia tidak membutuhkan suplementasi vitamin D terlalu tinggi.
Pada kondisi tertentu, dosis bisa ditingkatkan hingga 1.000-2.000 IU (international unit). Misanya pada kondisi autoimun atau alergi matahari, ketika asupan sumber-sumber vitamin D tidak bisa optimal.
Namun ia mengingatkan untuk berhati-hati dengan dosis terlalu tinggi. Ia menyarankan untuk lebih dulu berkonsultasi dengan dokter. Berbicara dalam acara yang sama, dr Yudha Mathan Sakti, SpOT(K) menyebut ada beberapa risiko yang dihadapi ketika seseorang berlebihan mengonsumsi suplemen vitamin D. Dalam jangka panjang, asupan vitamin D melebihi kebutuhan normal bisa memicu toksisitas.
Sumber Foto : ProductNation
