Alasan Para Pakar Dunia Kritik Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meragukan diperlukan atau tidaknya ‘booster’ atau suntikan dosis ke-3 vaksin COVID-19. Mengingat, masih banyak negara yang kekurangan stok vaksin COVID-19, sampai-sampai tenaga kesehatannya pun belum semuanya divaksin.

Rencana pemberian booster disebabkan oleh munculnya varian Delta atau B1617.2 asal India yang diyakini menular dengan jauh lebih cepat. Varian ini kini mendominasi kasus COVID-19 di AS. Kondisi inilah yang mendorong perusahaan farmasi Pfizer untuk mengembangkan suntikan booster vaksin.

Riset dari Pfizer dan Kementerian Kesehatan Israel tidak menemukan penurunan efektivitas vaksin terhadap varian Delta. Disebutkan, vaksin Pfizer masih 93 persen efektif mencegah rawat inap dan gejala berat pada pasien COVID-19 dengan varian Delta.

Tak tertutup kemungkinan, efikasi vaksin akan turun seiring munculnya varian-varian Corona baru ke depannya. Namun Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, yang lebih darurat untuk diupayakan saat ini adalah perluasan vaksin COVID-19.

Mengingat, masih banyak negara kesulitan mendapat vaksin COVID-19, untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan sekali pun.

Sumber Foto : CNN Indonesia

Exit mobile version