KABAR BINTARO — Aktivitas pembakaran sampah secara liar atau yang akrab disapa warga lokal dengan istilah nabun, kembali dikeluhkan oleh masyarakat yang melintas di sekitar area sungai/kali dekat Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Bintaro. Asap tebal serta kobaran api dari pembakaran tersebut dikhawatirkan dapat merembet dan memicu kebakaran lahan terbuka yang lebih luas.
Kondisi cuaca dan vegetasi semak belukar yang kering di sekitar bantaran kali membuat potensi penyebaran api menjadi sangat tinggi jika tertiup angin kencang.
Keluhan Asap Pekat dan Potensi Bahaya Kebakaran
Selain ancaman si jago merah, kepulan asap pekat hasil pembakaran sampah tersebut juga mengganggu pandangan pengendara yang melintas serta mencemari kualitas udara di kawasan permukiman sekitar.
Beberapa poin kekhawatiran yang disampaikan warga meliputi:
- Risiko Merembet ke Lahan Kering: Titik api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi menyambar dedaunan dan semak kering di sepanjang bantaran kali.
- Gangguan Pernapasan dan Polusi: Asap hasil pembakaran limbah rumah tangga dan sampah organik menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kesehatan saluran pernapasan warga.
- Jarak Pandang Pengendara Terganggu: Gumpalan asap yang terbawa angin ke badan jalan dapat membahayakan keselamatan para pengguna jalan raya.
“Asapnya sering tebal banget kalau sore hari. Kita khawatir kalau apinya makin besar dan menyambar lahan kosong di sekitarnya, apalagi lokasinya berdekatan dengan area kampus dan perumahan,” ungkap salah seorang warga yang sering melintasi rute tersebut.
Imbauan Larangan Pembakaran Sampah Sembarangan
Pemerintah daerah bersama pihak pengurus lingkungan setempat mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mengolah sampah dengan cara dibakar di ruang terbuka. Selain melanggar Peraturan Daerah terkait pengelolaan sampah dan pencemaran lingkungan, aktivitas ini juga memiliki sanksi hukum bagi pelaku yang terbukti memicu kebakaran.
Warga berharap pihak berwenang dapat segera menertibkan lokasi pembakaran liar tersebut serta meningkatkan pengawasan berkala agar kebersihan dan keamanan lingkungan Bintaro tetap terjaga.
